Eugene V. Debs tidak hanya mengkritik kapitalisme; dia mencoba membongkar gagasan bahwa politik tradisional Amerika dapat memperbaikinya. Dipengaruhi oleh Karl Marx, Debs memandang gerakan buruh bukan sebagai serangkaian keluhan yang terisolasi namun sebagai perjuangan kelas yang mendasar. Perspektif ini membentuk seluruh karier politiknya. Setelah mengumumkan perpindahannya ke sosialisme pada tahun 1897, ia menjadi tokoh sentral dalam pendirian Partai Sosialis Amerika.
Komitmennya terhadap ideologi ini tidak bersifat teoritis. Antara tahun 1900 dan 1920, Debs mencalonkan diri sebagai calon presiden untuk Partai Sosialis Amerika sebanyak lima kali. Kampanye-kampanye ini penting karena beberapa alasan. Mereka membuktikan bahwa kandidat pihak ketiga dengan platform ekonomi radikal mampu menarik jutaan pemilih dalam sistem dua partai.
Debs menantang narasi dominan pada era tersebut. Sementara politisi arus utama berfokus pada penyesuaian tarif atau perubahan kecil pada peraturan, Debs berpendapat bahwa seluruh struktur kepemilikan perekonomian adalah masalahnya. Ia memposisikan sosialisme bukan sebagai gagasan pinggiran, melainkan sebagai alternatif penting terhadap eksploitasi kapitalis.
Bagi pembaca modern yang tertarik dengan sejarah politik, kampanye Debs menawarkan studi kasus yang jelas mengenai pemikiran ekonomi alternatif. Mereka menunjukkan bagaimana kerangka ideologi tertentu, seperti analisis kelas Marxis, dapat diterjemahkan ke dalam strategi pemilu. Pencalonannya yang berulang kali membuat perdebatan mengenai kesenjangan ekonomi di ruang publik terus berlanjut selama dua dekade.
Memahami pendekatan Debs membantu menjelaskan mengapa gerakan buruh dan sosialis tertentu memperoleh daya tarik di awal abad ke-20. Ini menyoroti hubungan langsung antara teori ekonomi dan tindakan politik. Warisannya tetap menjadi batu ujian bagi mereka yang mengkaji bagaimana partai-partai non-tradisional berinteraksi dengan para pemilih di Amerika.
















