National Westminster Bank, sering disebut sebagai NatWest, tidak selalu menjadi nama yang populer di Inggris. Institusi itu sendiri kini menjadi hantu. Bank ini lenyap pada tahun 2000 dan diserap ke dalam Royal Bank of Scotland (RBS). Namun sebelum perusahaan ini tidak lagi berdiri sendiri, perusahaan ini merupakan raksasa keuangan Inggris dengan cabang-cabang yang tersebar di seluruh negeri dan operasinya menjangkau jauh melampaui negaranya.

Ceritanya sebenarnya dimulai beberapa dekade sebelumnya. Ia tidak lahir dari awal. Bank ini dibentuk pada tahun 1968 melalui penggabungan dua grup perbankan yang berbeda: National Province Bank Ltd. dan Westminster Bank Ltd. Kedua grup ini bukanlah pemain kecil. National Province telah beroperasi sejak tahun 1833. Westminster Bank memulai perjalanannya pada tahun 1836. Penggabungan keduanya menciptakan kekuatan keuangan yang mendominasi pasar Inggris selama lebih dari tiga dekade.

Satu Dekade Konsolidasi

Tahun 1970-an dan 80-an ditandai dengan ekspansi yang agresif. NatWest tidak hanya berdiam diri di basisnya yang besar. Ia mengakuisisi dan mendivestasi berbagai kepentingan selama periode ini. Strategi ini membantunya menyempurnakan portofolionya dan memperkuat posisi pasarnya. Pada saat tahun 1990-an tiba, NatWest adalah salah satu dari “Empat Besar” bank kliring di Inggris, bersama Barclays, HSBC, dan Lloyds. Pengenalan mereknya tidak ada bandingannya.

Perang Penawaran tahun 1999

Berakhirnya kemerdekaan NatWest dimulai pada akhir tahun 1990an. Pada tahun 1999, terjadi perang penawaran yang berisiko tinggi. Royal Bank of Scotland menginginkan NatWest. Bank of Scotland juga menginginkannya. Kedua raksasa ini melihat nilai dari jaringan cabang dan basis pelanggan NatWest yang luas.

Upaya untuk tetap independen gagal. Tekanan dari para pesaing dan perubahan lanskap perbankan Eropa membuat kelangsungan hidup menjadi sulit. NatWest menerima tawaran dari Royal Bank of Scotland. Kesepakatan itu ditutup pada tahun 2000.

Warisan Merek

Akuisisi tersebut tidak menghapus NatWest. Royal Bank of Scotland mempertahankan nama merek NatWest. Bagi jutaan pelanggan, transisi ini sebagian besar tidak terlihat. Tellernya juga sama. Cabang-cabangnya berdiri di lokasi jalan raya yang sama. Mekanisme keuangan tetap utuh.

Retensi merek ini merupakan langkah strategis. Perusahaan ini mengakui hubungan emosional dan praktis yang mendalam yang dimiliki pelanggan dengan nama NatWest. Bagi RBS, ini adalah cara untuk mengintegrasikan pesaing utama tanpa kehilangan basis pelanggan karena guncangan rebranding.

Sejarah NatWest adalah studi kasus dalam konsolidasi. Dari awal pendiriannya pada tahun 1968 hingga penyerapannya pada tahun 2000, hal ini menggambarkan bagaimana raksasa perbankan di Inggris berevolusi melalui merger, bukan melalui pertumbuhan organik saja. Kehadiran fisik cabang dan sub-cabangnya di seluruh Inggris tetap menjadi bukti skalanya yang dulu. Bahkan saat ini, jejak merger tahun 1968 masih dapat dilihat pada struktur perbankan modern Inggris.

Apa yang terjadi jika suatu merek hidup lebih lama dari perusahaan induknya? NatWest berpendapat bahwa hal ini dapat bertahan jika kepercayaan yang mendasarinya cukup kuat. Bank itu sendiri sudah hilang. Uangnya masih bergerak. Cabang-cabangnya masih berdiri.